banner 728x250

Harkopnas ke-79, Pemkab Majene Perkuat Tata Kelola Koperasi Modern untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan

banner 120x600
banner 468x60

MAJENE, Kompasterkini– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk meneguhkan komitmen dalam memperkuat tata kelola koperasi modern sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Upacara dihadiri Bupati Majene Dr. H. A. Achmad Syukri, S.E., M.M., Wakil Bupati Majene Dr. Hj. A. Ritamariani Basharoe, M.Pd., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majene.

banner 325x300

Kepala Kejaksaan Negeri Majene, Andi Irfan, S.H., M.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Yuliantono. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Harkopnas ke-79 mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, sebagai wujud tekad pemerintah menjadikan koperasi sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Pemerintah, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, terus mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari target lebih dari 80.000 koperasi di seluruh Indonesia, saat ini lebih dari 1.061 koperasi telah resmi beroperasi.

Menteri Koperasi menegaskan bahwa pembangunan koperasi tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga diarahkan menjadi motor penggerak industrialisasi rakyat melalui pengembangan koperasi sektor produksi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Selain itu, koperasi didorong untuk mengelola berbagai sektor usaha strategis secara modern, mulai dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), hingga hilirisasi komoditas lokal seperti kelapa sawit agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.

Melalui momentum Hari Kesadaran Nasional, pemerintah daerah diminta terus memberikan pembinaan, pendampingan, serta penguatan tata kelola koperasi secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghilangkan stigma lama terhadap koperasi dan menjadikannya sebagai lembaga ekonomi yang profesional, transparan, inovatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Indonesia tidak akan menjadi negara maju apabila desa-desa belum berdaya. Karena itu, mari kita bangun koperasi yang profesional, modern, transparan, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Andi Irfan saat membacakan amanat Menteri Koperasi.

Upacara ditutup dengan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, perbankan, akademisi, hingga pengurus koperasi konvensional dan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Majene untuk memperkuat sinergi, meningkatkan tata kelola berbasis teknologi, serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong demi mewujudkan koperasi yang tangguh sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan.(**)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *